Friday, 4 January 2013

Cinta Dalam Diam Ali Dan Fatimah ♥


Dipendamkan di dalam hatinya, yang tidak diceritakan kepada siapapun tentang perasaan hatinya.  Hasil didikan ayahnya yang dicintai oleh umat manusia, yakni Rasulullah SAW  Itulah Fatimah Az-Zahrah, putri kesayangan Nabi Muhammad, srikandi berperibadian mulia Dia sadar, dirinya tidak punya apa-apa, untuk meminang putri Rasulullah. Hanya usaha dengan bekerja supaya dapat merealisasikan cintanya Itulah Ali, sepupu baginda sendiri | Beliau tersentak, mendengar kabar bahwa sahabat mulia nabi, Abu Bakar As-Siddiq, melamar Fatimah ”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali | Ia merasa diuji karen merasa apalah dia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lbh utama, mungkin dia bukan kerabat dekat Nabi seperti Ali | Namun keimanan & pembelaannya pada Allah & RasulNya tak tertandingi Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah | Sementara Ali bertugas menggantikan beliau u/ menanti maut di ranjangnya. Lihatlah juga bagaimana Abu Bakar berda’wah | Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali | Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah atas cintaku Namun, sinar masih ada buatnya | Kabar diterima bahwa pinangan Abu Bakar ditolak baik oleh Nabi. Ini membuat semangat ‘Ali untuk berusaha mempersiapkan diri | Tapi, ujian itu tidak cukup sampai disitu. Kali ini kabar lain diterima olehnya. Umar bin Khatab | Seorang sahabat gagah perkasa, dan dia pula mencoba meminang Fatimah. Ya, dialah Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fatimah Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fatimah | Ali pun ridha karena dia tahu Umar lebih layak darinya Tetapi, sekali lagi peluang terbuka | Tatkala kabar diterimanya, bahawa pinangan Umar juga ditolak Bagaimanakah sebenarnya menantu pilihan nabi, sedangkan dua sahabat baginda turut ditolak peminangannya? Menantu apa yang kiranya dikehendaki Nabi? | Dua calon menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri Salah satu temannya dari kaum Anshar berkata, “Mengapa tidak engkau saja yang mencobanya kawan? Teman2 dari kaum Anshar tetap menyemangati Ali, hingga akhirnya memberanikan diri melamar Fatimah Bertemu Rasul, Ali memberanikan diri mengungkapkan tentang keinginannya menikahi Fatimah Ali sadar bahwa dirinya seorang yang miskin, hanya ada satu set baju besi ditambah persediaan tepung kasar untuk makan “Engkau pemuda sejati wahai Ali!” begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya | Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya Lamarannya berjawab, “Ahlan wa sahlan!” kalimat itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi, Ali pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan “Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” Tanya seorang teman dari Kaum Anshar “ Entahlah”, Beliau hanya menjawab “Ahlan wa Sahlan”. Menurut kalian apa arti jawaban itu? “Dasar Ali! Ali!” kata mereka. Satu saja sudah cukup, tapi kau dapatkan dua. Ahlan berarti ‘iya’ dan Sahlan juga. Dan kau dapat dua-duanya berarti ya. Kata salah satu teman kaum Anshar. Akhirnya Ali menikahi Fatimah dengan menggadaikan baju besinya.

Ali adalah lelaki sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel-yel, “Laa fatan illa Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali! Begitulah cinta dalam diam. Mereka saling mencintai, tetapi memendam perasaan itu karena tidak ingin cinta mereka melebihi cinta kepadaNya. Memang sulit untuk menjadi seperti mereka | Tetapi untuk meneladani mereka tidaklah sesulit apa yg kamu bayangkan. Wahai lelaki, jadilah sejantan Ali | Melamar gadis pilihanmu dengan jalan yang diridhaiNya, yakni pernikahan, bukannya pacaran | Para wanita pula, teladanilah Fatimah | Menjaga pribadinya biarpun hatinya meruntun cintakan pemuda sehebat Ali. Jika dirimu jatuh cinta, diamkanlah, karena syaitan mencoba menyelinap masuk untuk jadikannya cinta bernafsu Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan (.̮)

Wednesday, 2 January 2013

Bacalah …


BERSYUKUR lah kalian yang memiliki kedua orang tua yang paham akan Agama ISLAM dan BerIman. Dan MALU lah kalian jika kalian tidak mau beriman sebagaimana kedua orang tua kalian beriman. Jangan permalukan kedua orang tua kalian yang beriman itu hanya karna ketidak beriman-nan kalian itu!

BERSABAR lah kalian yang memiliki kedua orang tua yang tidak paham akan Agama ISLAM dan tidak BerIman. Dan BANGGA lah kalian yang mau belajar berIman walaupun kedua orang tua kalian tidak berIman. Wajib lah bagi kalian untuk membantu kedua orang tua kalian yang tidak berIman itu agar mau belajar untuk berIman dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam ini (islam).

MERUGI Lah kalian yang memiliki kedua orang tua yang tidak paham Akan Agama ISLAM. Dan  kalian nya pun tidak mau belajar dan membantu kedua orang tua kalian untuk berIman. 

Sunday, 30 December 2012

Allah sayang dengan kita ♥


Pernahkah terpikir untuk menghitung berapa banyak ALIS MATA kita? dan apakah pernah terpikir oleh kita bahwa DOSA kita sebanyak ALIS MATA kita? Tapi meskipun DOSA kita sebanyak alis mata kita, YAKIN lah bahwa AMPUNAN ALLAH sebanyak RAMBUT kita :) 

ALLAH sayang dengan kita, DIA buka pintu TAUBAT untuk kita sebanyak 2kali dalam sehari. yaitu dari terbit fajar hingga terbenamnya fajar, dan dari terbenamnya fajar sampai kembali terbitnya fajar. Subhanallah :) Walaupun kita ulang sejuta kali DOSA yang sama.Teruskan TAUBAT jangan putus asa. INGAT! Allah itu maha pengasih lagi Maha penyayang :))

Saturday, 29 December 2012

Allah Menjawab AL-FATIHAH Kita

Pada saat kita membaca surah Al-Fatihah sewaktu kita Shalat, banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan Shalatnya. Padahal disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, Allah menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman :
"Aku membagi Shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku".

Artinya, tiga ayat diatas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.

Ketika Kita mengucapkan "
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin". Allah menjawab :"Hamba-Ku telah memuji-Ku".

Ketika kita mengucapkan "
Ar-Rahmanir-Rahim" , Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengaagungkan-Ku".

Ketika kita mengucapkan "
Maliki yaumiddin", Allah menjawab :"Hamba-Ku memuja-Ku"

Ketika kita mengucapkan “
Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in” , Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.

Ketika kita mengucapkan “
Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” , Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (H.R. Muslim dan At-Turmudzi)

Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.”. (H.R Bukhari, muslim, Abu Dawud dan An-Nas).

RAHASIA KEBERKAHAN WUDHU

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...
 Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhu seperti yan diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya "Ihya Ulumuddin". 

Mudah-mudahan Allah swt selalu mencucurkan rahmat-Nya. Banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah tersendiri.

1. Ketika berkumur, berniatlah dengan, "Ya Allah ampunilah dosa mulut dan lidahku ini.

Penjelasan: Sehari-hari kita bercakap-cakap mengenai benda-benda yang tak berfaidah

2. Ketika membasuh muka, berniatlah dengan, "Ya Allah, putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan mukaku ini".

Penjelasan: Muka para ahli surga putih berseri-seri.

3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah dengan, "Ya Allah, berikanlah hisab-hisabku di tangan kananku ini"

Penjelasan: Hisab-hisab ahli surga diberikan di tangan kanannya.

4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah dengan, "Ya Allah, janganlah Kauberikan hisab-hisabku di tangan kiriku ini".

Penjelasan: Hisab-hisab ahli neraka diberikan di tangan kirinya.

5. Ketika membasuh kepala, berniatlah dengan, "Ya Allah, lindungilah aku dari terik matahari di Padang Ma'syar dengan Arasy-Mu"

Penjelasan: Panas di Padang Masyar seperti matahari sejengkal di atas kepala.

6. Ketika membasuh telinga, berniatlah dengan, "Ya Allah,ampunilah dosa telingaku ini"

Penjelasan: Sehari-hari kita mendengar orang mengumpat, memfitnah, dan mendengar lagu-lagu berunsur maksiat.

7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah dengan, "Ya Allah, permudahlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".

Penjelasan : Ahli surga melintasi titian dengan mudah sekali.

8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah dengan, "Ya Allah, bawalah aku pergi ke masjid-masjid, surau-surau, dan bukan tempat-tempat maksiat"

Penjelasan : Qadha' dan qadar kita berada di tangan Allah.

Pernahkah terpikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian rupa? .. Pernahkah terpikir segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayati Islam? .. Pernahkah terpikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?